Tampilkan postingan dengan label Komponen Sistem Rem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komponen Sistem Rem. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 September 2023

BRAKE PISTON.

 Sebuah besi bulat yang memanjang dan menekan brake pad ketika cairan hidrolik diterima dari silinder master. Cara Kerja rem cakram penggerak hidrolik:

a.         Sebelum bekerja.

b.        Tekanan minyak rem = 0.

c.         Pad tidak menyentuh piringan

 


Gambar 1 brake piston

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

d.        Mulai bekerja

e.         Tekanan minyak rem bertambah

f.         Pad menyentuh piringan dengan ringan

g.        Gesekan kecil

h.        Tenaga pengereman kecil

 

Gambar 2 brake piston

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

i.          Pada saat bekerja

j.          Tekanan minyak rem besar.

k.        Tekanan pad pada disk besar.

l.          Gesekan: besar.

m.      Gaya pengereman: besar

 

Gambar 3 brake piston

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013


n.        Bebas pengereman.

o.        Tekanan minyak rem = 0.

p.        Pad kembali pada posisi semula.

q.        Gaya pengeremen = 0

 

Gambar 4 brake piston

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Troubleshooting pada pengereman :

a.         Handel rem terasa kenyal

1) Ada udara palsu di dalam sistem hidraulik

2)      Ada kebocoran pada sistem hidraulik

3)      Kanvas rem/cakram rem kotor

4)      Sil piston caliper aus

5) Mangkuk-mangkuk piston silinder utama aus

6)      Kanvas rem/cakram rem aus

7)      Caliper kotor

8)      Caliper tidak bergeser dengan baik

9) Tinggi permukaan minyak terlalu rendah

10)    Saluran minyak rem tersumbat

11)    Cakram rem bengkok/berubah bentuk

12)    Piston caliper menyangkut/aus

13)    Piston silinder utama menyangkut/aus

14)    Silinder utama kotor

15)    Handel rem bengkok

 

b.        Handel rem terasa keras

1)        Piston caliper menyangkut/aus

2)        Caliper tidak bergeser dengan baik

3) Saluran minyak rem tersumbat/tertahan

4)      Piston silinder utama menyangkut/aus

5)      Handel rem bengkok

 

c.         Rem menyangkut

1)        Kanvas rem/cakram rem kotor

2)        Roda tidak terpasang dengan tepat

3)        Kanvas rem/cakram rem aus berlebihan

4)        Cakram rem bengkok/berubah bentuk

5)        Caliper tidak bergeser dengan benar

6)        Saluran minyak rem tersumbat

7)        Piston caliper tertahan

DISC BRAKE (piringan cakram)

         Disc brake (piringan cakram)



Gambar 1 Disc brake

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Piringan rem (Cakram), pada umumnya dibuat dari besi tuang yang diberikan lubang pada per­mu­kaan geseknya untuk ventilasi dan menam­pung kotoran/debu yang me­nempel pada permukaan ca­kram maupun pada brake pad.

 

       Brake pad/disc pad

Gambar 2 Brake pad

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Brake pad/disc pad, terbuat dari campuran metallic fiber dan sedikit serbuk besi (biasa disebut semi metallic disc pad). Pada beberapa pad, penggunaan metallic plate (anti-sequel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi pada saat pengereman.

 

Pipa/slang rem

Gambar 3  Slang rem

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Pipa/slang rem, merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan tekanan hydraulic fluida dari master silinder ke caliper.

 

Caliper

Gambar 4 Caliper

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Caliper, sering disebut cylinder body, berfungsi untuk memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran minyak rem.

 Minyak rem.

Merupakan fluida yang berfungsi sebagai media penerus gaya pengereman dalam bentuk tekanan hidrolis ( hydraulic pressure) ke brake piston pada caliper. Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi, sebagian besar terdiri dari alkohol dan susunan kimia dan ester. Persyaratan kualitas yang diperlukan pada minyak rem antara lain:

a.   Titik didih yang tinggi, agar tidak mudah mendidih oleh temperatur yang tinggi akibat proses kerja pengereman. Minyak rem yang mendidih akan menyebabkan berkurangnya gaya pengereman karena timbul gelembung-gelembung udara di dalam saluran minyak rem (Vapour lock).

b.    Kemampuan mencegah karat pada logam dan karet. Kerapatan akan berkurang bila minyak rem merusak seal, dan ini akan menyebabkan kebocoran yang berdampak hilangnya tenaga hidrolis. Minyak rem dibuat dari bahan sintetis dengan maksud agar tidak merusak karet, dan menghindari karat pada logam.

c.  Viskositas. Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscosity) tertentu untuk meneruskan tekanan dengan perubahan temperatur yang bervariasi.

Minyak rem mempunyai 4 klasifikasi FMVSS (Federal Motor Vehicle Safe­ty Standard). Klasifikasi ini berdasarkan titik didih minyak rem tersebut, dinyatakan oleh DOT (Department Of Transportation). Semakin tinggi nilai DOT, titik didih minyak rem tersebut semakin tinggi (atau dengan kata lain kualitasnya juga semakin tinggi). Hal-hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan penanganan minyak rem:

a. Jangan mencampur minyak rem yang memiliki kemampuan berbeda.

b. Jangan sampai minyak rem tercemar dengan air atau minyak lain yang tidak sejenis.

c. Menyimpan minyak rem yang tidak digunakan di dalam tempat kemasan yang tertutup rapat.  Kesalahan penanganan minyak rem akan menyebabkan komposisinya berubah, menurunkan titik didih maupun mengotori/mencemari minyak rem sehingga kualitasnya menurun.


     Perhatikan video di bawah ini






REM CAKRAM (Disc Brake)

Konstruksi rem cakram pada umumnya terdiri atas cakram (disc rotor) yang terbuat dari besi tuang yang berputar dengan roda, bahan gesek (disc pad) yang menjepit & mencengkeram cakram, serta kaliper rem yang berfungsi untuk menekan & mendorong bahan gesek sehingga diperoleh daya penge­rem­an. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara kanvas rem dan cakram.

Self energizing effect yang terjadi pada rem cakram sangat kecil, sehingga diperlukan tekanan pengereman yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien dan pad cenderung lebih cepat aus disbanding    de­ngan sepatu rem pada rem tromol. Menurut mekanisme penggeraknya, rem cakram sepeda motor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

a.   Rem cakram penggerak mekanik. Rem jenis ini bekerja menggunakan kabel. (cth. : pada sepeda motor Honda GL100).  Konstruksi sistem rem cakram penggerak mekanis dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Cara kerja rem cakram penggerak mekanik :

1)  Kabel rem akan menarik tuas rem ( brake arm) ke atas.

2) Pergerakan/perputaran tuas rem mendorong “thrust plate guide”  ke depan sehingga pad A menempel ke atas cakram.

3) Badan rumah rem (cali­per body) berengsel sehingga dapat perputar bebas dalam arah mendatar di antara batas-batas yang diten­tukan oleh letak titik.

4)  Kontak pad A dan pad B  dengan cakram. Oleh karena itu, bila pad A maju menempel ke atas cakram, sebagai reaksinya rumah rem dan pad B akan tertarik maju sampai pad B menyentuh cakram. Akibatnya cakram yang berputar itu “dijepit” oleh pad A dan pad B.

5)        Gesekan antara pad A dan pad B pada cakram akan memberikan tahanan gesek yang melawan perputaran cakram.


Gambar 1 Rem cakram penggerak mekanik.

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

  

b.      Rem cakram penggerak hidrolik.

Rem cakram penggerak hidrolik banyak digunakan pada sepeda motor pada umumnya. Mekanisme penggerak sistem rem tipe hidrolik memanfaatkan tenaga hidrolik (fluida/cairan) untuk meneruskan tenaga pengereman dari pedal/handel rem ke sepatu rem/ pad rem.

Mekanisme penggerak hidrolik berpedoman kepada hukum Pascal : bila suatu fluida/cairan dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan terse­but akan diteruskan ke semua arah dengan sama rata. Gaya penekanan pada pedal/handel rem akan diubah menjadi tekanan fluida oleh piston mas­ter silinder, kemudian diteruskan ke silinder roda/kaliper rem melalui slang rem untuk menghasilkan gaya pengereman.


Gambar 2 Rem cakram penggerak hidrolik

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Rem penggerak hidrolik mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan penggerak mekanik, yaitu:

1)  Fluida mempunyai sifat tidak dapat dimampatkan, dan pada sistem rem hidrolik tidak terjadi kerugian gesekan/penurunan tekanan karena sam­bungan atau engsel seperti halnya pada mekanisme penggerak rem meka­nik sehingga rem lebih responsif. 

2) Gaya pengereman yang diperlukan untuk mengoperasikan rem relatif   ringan.

3) Bebas penyetelan, meskipun celah antara kampas rem dan disc brake akan selalu berubah, namun mekanisme rem cakram memungkinkan terjadinya penyetelan secara otomatis.

4)  Panas akan hilang dengan cepat dan memiliki sedikit kecendrungan menghilang pada saat disk dibuka. Sehingga pengaruh rem yang stabil dapat terjamin.

5)  Tidak akan ada kekuatan tersendiri seperti rem sepatu yang utama pada saat dua buah rem cakram digunakan, tidak akan ada perbedaan gaya pengereman pada kedua sisi kanan dan kiri dari rem. Sehingga sepeda motor tidak mengalami kesulitan untuk tertarik kesatu sisi.

6)   Jika rem basah, maka air tersebut akan akan dipercikkan keluar dengan gaya Sentrifugal. 

 

c. Komponen-komponen rem cakram penggerak hidrolis :

1)        Silinder master


Gambar 3 komponen rem cakram

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Silinder master berfungsi meng­ubah gerak pedal/tuas rem ke dalam tekanan hidrolis.

i)          Pivot bolt locknut

j)          Dust boot

k)        Circlip

l)          Piston assembly

m)      Pegas

n)        Rubber boot

o)        Sealing washer

p)        Banyo bolt

 

Komponen Silinder Master :

a)        Tutup reservoir

b)        Plat diafragma

c)        Diafragma karet

d)       Protektor

e)        Klem

f)         Saklar lampu rem

g)        Tuas rem

h)        Lever pivot bolt

 


d.        Cara Kerja Silinder Master

1)        Ketika rem tidak digunakan.

Piston cup dari piston No.1 dan No.2 berada pada inlet port dan compensating port, dan memberikan ruang antara master cylinder dan tangki reservoir. Piston No.2 didorong ke kanan oleh tenagadari pegas pendorong No.2, tetapi ditahan supaya tidak terlalu jauh oleh stopper bolt.


Gambar 4 Silinder Master

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Ketika pedal rem ditekan. Piston No. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menyegel compensa­ting port untuk menu­tup saluran antara si­linder dan tangki reservoir. Saat piston didorong lebih jauh, tekanan hidrolis di dalam master cylinder naik. Tekanan ini ditujukan untuk wheel cylinder belakang. Karena tekanan hidrolis yang sama juga mendorong piston No. 2, piston No. 2 bekerja dengan cara yang sama seperti piston No. 1, dan berfungsi pada wheel cylinder depan.

Gambar 5 rem tidak digunakan.

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

Bila pedal rem dilepas. Piston dikembalikan ke posisinya semula oleh tekanan hidrolis dan tenaga pegas pembalik. Namun, karena cairan rem tidak langsung kem­ bali dari wheel cylinder, tekanan hidrolis di dalam master cylinder untuk sementara turun (terbentuk hampa udara). Sebagai akibatnya, cairan rem di dalam tangki reservoir mengalir ke master cylinder melalui port pintu masuk, melalui banyak lubang yang ada pada ujung piston, dan disekitar garis keliling dari piston cup. Setelah piston kembali ke posisinya semula, cairan rem yang secara bertahap kembali dari wheel cylinder ke master cylinder mengalir ke tangki reservoir melalui compensating port. Compensating port juga menyerap perubahan pada volume cairan rem yang dapat terjadi di dalam silinder akibat perubahan temperatur. Ini menjaga agar tekanan hidrolis tidak naik saat rem tidak digunakan

Gambar 6 pedal rem dilepas.

Modul Pemeliharaan sasis sepeda motor, 2013

PETA KONSEP